krisna


Asal usul nama "Krishna"

Dalam bahasa Sanskerta, kata Krishna berarti "hitam" atau "gelap", dan kata ini umum digunakan untuk menunjukkan pada orang yang berkulit gelap. Dalam Brahma Samhita dijabarkan bahwa Krishna memiliki warna kulit gelap bersemu biru langit. Dan umumnya divisualkan berkulit gelap atau biru pekat. Sebagai Contoh, di Kuil Jaganatha, di Puri, Orissa, India (nama Jaganatha, adalah nama yang ditujukan bagi Kresna sebagai penguasa jagat raya) di gambarkan memiliki kulit gelap berdampingan dengan saudaranya Baladewa dan Subadra yang berkulit cerah.                                                                        


Pada perang Bharatayuddha, beliau adalah sais atau kusir Arjuna. Ia juga merupakan salah satu penasihat utama Pandawa. Sebelum perang melawan Karna, atau dalam babak yang dinamakan Karna Tanding sebagai sais Arjuna, beliau memberikan wejangan panjang lebar kepada Arjuna. Wejangan beliau dikenal sebagai Bhagawadgita.   
                                                                                                  
    Semua kisah dalam pewayangan dalam keseluruhan  fersi yang ada dalam kisah merupakan suwaktu gambaran seoranga tokoh yang menjadi suwaktu panutan juga penguasah alam dalam cerita yang absolute,absolution dan absolve (mutlak,pengampunan dosa,membebaskan) yang menjdi dayatarik sendiri (absorb) memikat dalam cerita juga firsi yang berbeda walau dalam gambaran tokoh tersebut hasil rengkarnasi orang yang sama ( dewa wisnu) adalam penguasa alam juga penuasa cerita wayang,yang merupakan tugas bagi dewa wisnu dalam perwujutan lain untuk melawan manusia yang mempunyai kekuatan sendiri. 

1. Dewa Krisna Manusia biru memang sulit diterima oleh peradaban manusia pada masa sekarang ini, namun manusia biru pernah tertulis dalam mitologi Hindu. Nama Krisna berarti gelap atau hitam. Namun dalam kitab Veda, Krisna digambarkan sebagai seorang pemuda yang memiliki kulit bersinar dan mempunyai warna kulit seperti langit atau biru tua. Dewa Krisna memiliki karakter yang bijak dan terpelajar. Bahkan Dewa Wisnu juga digambarkan mempunyai kulit berwarna biru dan memiliki 4 tangan.
 

2. Mesir Kuno Dalam peradaban Mesir Kuno juga dipercaya bahwa terdapat cerita tentang manusia berkulit biru. Salah satunya yaitu Dewa Amon dan Dewa Isis yang dilukiskan memiliki kulit yang berwarna biru. Bahkan ada juga yang digambarkan memiliki kulit berwarna hijau, yaitu Dewa Osiris. Filosofi Mesir Kuno mengatakan bahwa biru merupakan warna kehidupan. Langit dan lautan yang berwarna biru melambangkan kelangsungan kehidupan. 

 3. Lemuria Catatan tentang manusia biru juga dicatat oleh seorang peneliti yang bernama Mark S Miller, yang mengatakan bahwa peradaban kuno Atlantis mendapatkan pengetahuan dan teknologi dari para manusia biru bangsa Lemuria. Ia juga mengatakan bahwa, di dunia ini terdapat 5 ras manusia yaitu kulit hitam, putih, kuning, dan merah, serta ras kelima yang berkulit biru; yang diperkirakan hidup di Benua Lemuria (antara benua Asia dan Eropa). Ras kulit biru ini disebut Blue Moovians, yang digambarkan orang-orang yang berpostur tinggi, langsing, dan memiliki kekuatan pikiran yang hebat. Bahkan diyakini ras ini dapat melakukan teleportasi antar planet. 

4. Formork Oy Legenda tentang manusia biru juga terdapat pada pulau kecil yang bernama Formork Oy di Norwegia. Konon, para nelayan pulau tersebut pernah berpapasan dengan kapal aneh berwarna gelap yang dikendarai oleh orang-orang yang berpostur tinggi. Mereka memakai pakaian yang bersinar dan memiliki kulit berwarna biru. Para nelayan ini menyebutnya Delvar Nar

5. Cherokee Dalam legenda suku Indian juga pernah mengatakan tentang adanya manusia biru. Menurut cerita, sebelum para suku Indian Cherokee mendiami wilayah mereka; daerah tersebut pernah dihuni oleh para manusia biru. Mereka dijuluki sebagai Manusia Bulan. Para peneliti yang melakukan ekspedisi gua di daerah Arkansas, juga dikejutkan dengan keberadaan manusia biru. Ketika mereka menggali gua pada kedalaman 1 mil, anggota tim ekspedisi melihat sebuah kota dalam gua tersebut yang dihuni oleh manusia biru. Tim ekspedisi tersebut langsung memutuskan untuk pergi meninggalkan gua itu.




                                       

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ASELOLE

Loading...